Akibat Marak IIegal Loging, Jalan Utama Desa Ulu Mowewe Di Palang

  • Whatsapp

Kabartenggara.com, Masyarakat bersama Pemerintah Desa Ulu Mowewe, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), terpaksa harus memalang jalan utama desa, untuk mencegah bertambah parahnya kerusakan jalan akibat dilalui kendaraan pemuat ilegal loging yang kian marak dikawasan hutan lindung Desa Ulu Mowewe.

Tindakan memasang palang di jalan utama tersebut, diungkapkan Awaluddin (Suami Kades) hanya bersifat sementara waktu, untuk mengantisifasi bertambah parahnya kerusakan jalan yang kian meresahkan pengguna jalan, utamnya bagi kaum hawa dan anak anak.

“Karena keluhan masyarakat akibat jalan yang dilalui setiap hari kendaraan pemuat ilegal loging, terpaksa kita palang jalannya untuk mencegah bertambah kerusakanya, tapi hanya bersifat sementara sampai cuaca kembali normal,” ungkap Awaluddin di Kediamannya, (18/7).

Dikatakan Awaluddin, telah mencoba berkordinasi dengan pemilik kendaraan pemuat ilegal logging dan mengarahkan kejalan usaha tani, namun tidak di indahkan dan tetap melalui jalan utama, sehingga masyarakat yang sudah sangat gram karena akses satu satunya jalan keluar sudah seperti kubangan kerbau yang sulit di lalui, sehingga kata dia solusinya di pasangkan palang.

Sementara terkait maraknya mobil pengangkut ilegal loging yang merusak jalan di setiap harinya, dikatakan Carles HW, kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Kesatuan Hutan (UPTD KPH) wilayah XIV Ueesi, beberapa waktu lalu saat di konfirmasi Kabartenggara.com di kantornya, dikatakanya, tidak mampu berbuat banyak karena belum ada perintah dari atasan untuk bertindak, yakni dari Dinas kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kata Carles HW, selain daripada keterbatasan anggaran operasional, juga tidak bisa meninggalkan absen online, yang dikatakannya harus dalam posisi jangkauan jaringan pada saat absen yang sampai tiga kali dalam sehari.

Ia juga mengungkapkan, penyebab maraknya ilegal loging di kawasan hutan lindung, di sebapkan pemerintah Desa sendiri yang membuat jalan dalam kawasan hutan lindung, seperti jalan yang di buat di Desa ulu mowewe masuk dalam kawasan dan tidak pernah berkoordinasi dengan pihak kehutanan katanya.

Kemudian perambahan dan penebangan hutan secara liar di kawasan hutan yang terletak di Desa Ulu Mowewe di akui Carles Hw, tidak mengantongi ijin dan masuk dalam sona merah dengan dampak negatif yang berakibat banjir dan tanah longsor.

Apa jadinya..? Kalau realita yang dihadapi sudah bertolak belakang secara signifikan dengan ekspektasi, apa yang sangat diharapkan masyarakat Desa Ulu Mowewe dan secara umum masyarakat Kecamatan Mowewe, telah jauh dari harapan yang seolah luput dari pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) yang semestinya dapat melindungi kawasan hutan lindung. @