Wakil Bupati Koltim Andi Merya Nur, Almarhum Samsul Bahri Sudah Seperti Kakak Sendiri

  • Whatsapp

Koltim, Kabartenggara.com – Dimata Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Hj. Andi Merya Nur SIP, “Almarhum Samsul Bahri, bukan hanya sebagai Bupati, melainkan sudah seprti kakak Sendiri”.

Hal ini disampaikan Andi Merya Nur. Saat memimpin penyerahan Jenazah Bupati Koltim Almarhum H.Samsul Bahri Madjid, dari Pemdah ke pihak Keluarga, di rumah jabatan (Rujab) Bupati Koltim, Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta, sabtu (20/3).

Dikatakan Merya, terlalu banyak kenangan yang membekas dalam ingatan, untuk mengenang Almarhum Samsul Bahri, mulai sejak awal berjuang bersama untuk maju sebagai Bupati dan Wakil bupati Koltim.

Kata Merya, seperti masih terngiang di telinga, baru saja kemarin beliau membisikkan pesan dalam kegiatan musrenbang di Rujab kecamatan Loea,

“Kemarin saat acara musrenbang di Loea, sepata kata beliau membisikkan pesan, Dek, kalau saya pelan-pelan ke orang, kamu harus mengerti juga,” kenang Merya seraya menangis.

Di tengah kemelut duka, Wakil Bupati mencoba tegar dengan mengajak seluruh masyarakat Koltim, yang sangat mencintai dan sangat menyanyangi almarhum, untuk bersama-sama mendoakan almarhum Bupati Samsul Bahri.

“Saya sebagai wakil bupati meminta doa dari segenap masyarakat Koltim, semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, aamiin…!!!” Doa dan harapan Wabup Merya.

Duka dan perih benar-benar sangat dirasakan Andi Merya, demikian juga seluruh pejabat Pemda Kabupaten Koltim dan masyarakat Koltim, atas kepergian mendadak almarhum Samsul Bahri, sebagai sosok Bupati yang sangat mereka cintai itu.

Baca Juga :  Dukung Gerakan Nasional, Pemda Koltim Apresiasi Kegiatan Penyuluhan Pangan

Olehnya itu, kata Merya, “saya sebagai wakil bupati sekaligus adik menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Koltim, apabila ada ucapan atau tindakan yang selama ini dilakukan almarhum dan kurang berkenan di hati, mohon dengan ikhlas dimaafkan. Dari kami dan seluruh masyarakat Koltim sangat mencintai beliau, sangat menyanyangi almarhum, tapi Tuhan lebih Sayang almarhum. Olehnya itu, kami mengikhlaskan kepergian almarhum,” Ucap Merya.

Sementara itu, Jenazah almarhum Bupati Samsul, selanjutnya diberangkatkan dari Rujab sekitar pukul 10.00 WITA. acara pelepasan jenazah almarhum Bupati Koltim ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas.

Lukman, dalam sambutanya menyampaikan. bahwa “Kemarin, almarhum bercerita dengan saya tentang keinginannya yang ingin membangun dua jalur poros ibukota. Sebagai pemerintah provinsi, saya dukung keinginan itu. Jadi saya sampaikan mari kita dukung bersama amanah terakhir almarhum. InsyaAllah, amanah beliau akan kita buat jalan poros dua jalur. Meskipun almarhum sudah tidak ada, tetapi jangan kita lupakan amanah dan cita-cita almarhum,” ujar Lukman.

Kemudian Lukman Abunawas yang juga selaku Ketua DPD PDI-Perjuangan Sultra ini mengatakan, segenap pengurus DPD dan DPP PDI-P menyampaikan duka mendalam kepada almarhum Bupati Samsul.

Baca Juga :  Devisi Pencegahan KPK Hadir di Koltim

“Semoga diampuni segala dosa-dosanya dan ditempatkan di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan agar bisa menerima secara ikhlas atas kepergian almarhum selamanya. Kita mencintai almarhum tapi Allah lebih mencintai beliau,” ujar Lukman Abunawas.

Sementara pantauan media Kabartenggara.com, di sepanjang jalan mulia dari lokasi Rujab tersebut, Saat ambulans membawa jenazah almarhum Samsul Bahri, puluhan ribu masyarakat tampak berkumpul berderet di pinggir jalan sambil melambaikan tangan dan memberi hormat perpisahan, sambari mengabadikan suasana duka sebelum jenazah almarhum Samsul Bahri diantar di tempat pengistirahatan terakhirnya.

Bahkan, sebagian besar masyarakat tampak menaikkan bendera merah-putih setengah tiang di rumah masing-masing sebagai tanda berkabung dan duka serta sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum Samsul Bahri Madjid, sang putra terbaik Kolaka Timur, dan sebagai Bupati yang dikenal sangat dekat kepada rakyat di semua lapisan itu.

Sungguh tak terhitung warga yang tampak sulit menyembunyikan rasa sedihnya, mulai pejabat hingga masyarakat dari seluruh lapisan yang turut berbelasungkawa, hingga suara isak tangis pun sangat terdengar dengan jelas.

Di wajah mereka sangat tampak terukir rona duka mendalam atas wafatnya Samsul Bahri Madjid, sosok pemimpin Koltim yang sangat mereka cintai.@red