Plh Bupati Koltim, Siap Menyambut Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Terpilih

  • Whatsapp

Koltim, Kabartenggara.com -Terkait dengan persiapan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Kolaka Timur, (Koltim).

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Ir. Eko Santoso Budiarto M,Si mengungkapkan, telah membentuk panitia kecil untuk persiapan segala sesuatunya.

Ia menuturkan, pemerintah daerah Kabupaten koltim, belum mengetahui pasti dimana penyelenggaraan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, karena belum jelas apakah di rumah jabatan gubernur atau di kantor bupati, namun kata dia, sesuai informasi besar yang berkembang, rencananya akan dilaksanakan secara virtual di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Jumat (26/2) mendatang,

Walau belum mendapatkan informasi yang jelas kata dia, namun katanya pemerintah daerah telah membuat panitia walaupun kecil untuk persiapan penyambutan.

“Walaupun itu belum ada kejelasan dimana tempatnya, dan secara resmi kami disini sudah membuat panitia kecil untuk persiapan dalam rangka menyesuaikan pelantikan kepala daerah sekaligus menanti kedatangan beliau, kalau saja pelantikanya di kendari,” ungkap Plh Bupati Koltim Selasa (23/2) sore diruangannya.

Baca Juga :  Perhelatan STQH Tingkat Provinsi, Koltim Berhasil Raih Juara Empat

Insyaallah kata dia, panitia kecil ini akan bekerja secara profesional, dimana diketahui kondisi saat sekarang ini, masih dalam suasana pandemi Covid, jadi sangat di batasi pergerakan maupun kerumunan massa.

Disebutkan Eko Budiarto, sesuai aturan dari Pusat, berdasarkan surat edaran yang telah di terima beberapa hari lalu, kegiatan ini harus mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.

Semisal katanya, pelantikannya di kendari. Kita disini virtual juga untuk melihat kejadian disana, itupun jumlanya tidak boleh melebihi kapasitas dari 25 orang.

Baca Juga :  Plt Bupati Buka Konsultasi Publik RPJMD

Dikatakanya, “sudah ada berita bocoran yang kita dengar, kemungkinan kalau terjadi di kendari, yang di undang itu hanya bupati dan wakil bupati masing masing istri atau suaimanya, di tambah dengan OPD dan yang terkait yang ada di provinsi, jadi sangat terbatas karena gubernur sangat memperhatikan pertokol kesehatan, Sebagaimana arahan dari Kementerian Dalam Negeri RI,” tuturnya.

Untuk itu kata Eko, karena kalau terjadi tidak ada pembatasan, “kemudian besok – besok setelah pelantikan 7 hari kemudian terus ada Covid atau ada kelaster baru, waaah.. ancaman keras untuk daerah kita jadi sangat sederhana dan kita harus maklum kondisinya,” tutupnya.