Masyarakat Keluhkan Lintas Jalan Desa Puosu – Lambotua Yang Rusak Parah

  • Whatsapp

Masyarakat Keluhkan Lintas Jalan Desa Puosu – Lambotua Yang Rusak Parah

Koltim – Lintas jalan penghubung beberpa Desa dan Kelurahan, tepatnya di Desa Puosu Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), di keluhkan masyarakat pengguna jalan yang tiap hari melintas akibat jalannya rusak parah seperti kubangan kerbau.

Jalan tersebut adalah penghubung jalan ke tiga Desa dan satu Kelurahan, yakni Desa Lambotua, Desa Lapangisi dan Desa Nelombu, serta kelurahan Woitombo.

Selain itu, akses jalan juga di gunakan setiap hari aparat dan masyarakat menujuh Kantor Desa, serta tenaga pengajar dan siswa siswi yang bersekolah di SMKN 1 Mowewe dan SDN 1 Puosu.

Sebagaimana ungkapan Masyarakat pengguna jalan yang enggang dipublikasikan namanya, jalan lintas penghubung desa tersebut seakan luput dari perhatian pemerintah yang hampir setiap tahun di musim penghujan menjadi keluhan masyarakat.

Baca Juga :  Artis VS Ditangkap di Kamar Hotel Berbintang Diduga Prostitusi Online

Menurutnya, jalan sepanjang 1 kilo meter berada di lintas batas kelurahan Woitombo dan Desa Puosu, sehingga jalan tersebut harus ada perhatian dari pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk memperbaikinya.

“jalan rusak ini sebagian masuk Kelurahan Woitombo dan sebagian masuk Desa Puosu, jadi solusinya harus turun tangan pemerintah yang diatas,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu Alimudin (Kepala Desa Puosu) membenarkan hal tersebut, dianya mengatakan semua yang melintas baik masyarakat maupun tenaga pengajar dan Anak peserta didik terpaksa harus berjalan kaki karena jalan tidak bisa dilalui kendaran saat ini.

Baca Juga :  Dinas Perdagangan Kolaka Gelar Pasar Murah

Kata dia, penyebab jalan rusak selain dari cuaca buruk juga akibat mobil damtruk pemuat Kayu yang hampir setiap hari lalu lalang dari desa Lambotua ke Tempat Pemuatan Kayu (TPK) salah seorang pengusaha.

Lanjut Alimuddin, sebenarnya jalan rusak di Desanya bisa dianggarkan melalui Dana Desa (DD) akan tetapi karena aturan dirinya tidak berani melakukan hal tersebut.

“jalan yang rusak baru tahun 2019 lalu di anggarkan melalui dana desa oleh pelaksana Desa Puosu, sehingga kalau di anggarkan lagi melalui Dana Desa tahun ini bisa tumpan tindis,” tutupnya. (*)