Dinsos Koltim, Sumber Data Penerima BST Datang Dari Pemerintah Bawah Bukan Turun Langsung Dari Atas

  • Whatsapp

Koltim, Kabartenggara.com – Kepala Dinas Sosial (DinSos) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Syakhrifin S.Sos, M.si, secara terang mengungkapkan sumber data Penerima BST semua berasal dari masing masing Desa dan Lurah bukan dari Dines Sosial ataupun datang langsung dari Kementrian Sosial Pusat.

Dikatakan Syakhrifin, Sejak tahun 2018, pihaknya telah mengadakan pemutahiran data sampai dengan dua minggu terakhir sebelum di mulainya penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat miskin di Koltim.

“Tenaga kami sudah mengadakan validasi (verifikasi data) di masing masing Desa/lurah, sehingga kalau masih ada data yang timpang tindi itu tanggung jawab pemerintah Desa/Lurah. Karena Kami disini cuma lewat datanya, dari bawa keatas, dan dari atas kami sorongkan kebawa,” pungkasnya.

Lanjut Kepala Dinas Sosial, bahwa warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) baik yang reguler maupun yang non reguler, yang telah disampaikan datanya oleh masing-masing kelurahan dan Desa, selanjutnya data tersebut kami kirim ke Kementerian Sosial RI, dan begitu sebaliknya.

Baca Juga :  Idhul Adha 1441 H, Polsek Kota Kolaka Potong 2 Ekor Hewan Qurban

Kata dia “Warga penerima bantuan ini merupakan warga yang terdaftar diluar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Bukan untuk aparat Desa / kepala Lingkungan, apalagi yang PNS, intinya semua warga yang masuk kedaftar DTKS, melalui pendataan atau penilaian dari Kepala Lingkungan atau kepala Dusunnya, jadi kalau ada temuan itu tanggung jawab pemerintahnya,” terangnya.

Masih Syakhrifin, surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sudah kami lanjutkan ke Desa/Lurah agar tidak bermain main dengan Dana Covid 19, namun menurutnya, yang namanya manusia biasa pastinya ada kesalahan penginputan data, sehingga dirinya berjanji pihaknya akan terus mengadakan perbaikan.

Baca Juga :  Viral Gegera Cinta, Pria di Kolaka Nekat Bakar Diri

Sementara Program bantuan sosial dari Pemerintah Pusat pada masa pandemi Covid-19 yang sangat dinantikan masyarakat miskin dan yang berdampak langsung di Koltim, dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600.000 melalui PT Pos Indonesia yang sudah hampir selesai tahap pertama diduga banyak menuai masalah.

Pasalnya, diduga banyak terdapat warga yang perekonomiannya tergolong masih menengah, termasuk aparat Desa/Lingkungan terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut.

Sebagaimana dikeluhkan masyarakat, “warga yang tergolong mampu seperti punya mobil, luas sawa/kebun, termasuk aparat Desa dan kepala Lingkungan terdaftar sebagai penerima bantuan BST, apakah sudah itu yang berhak mendapat bantuan,” tanya masyarakat ke media ini.

Anehnya lagi! saat permasalahan ini dipertanyakan, semua hanya bisa menjawab itu data dari kementrian Sosial Ri, yang merupakan data lama. (*)